Kali ini kita akan membahas mengenai Tata Cara Makan Menurut Ajaran Islam. Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan tata cara makan, namun jika kita melihat dari perspektif Islam atau tata cara makan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, pasti masih banyak pertanyaan yang mengemuka dalam hati kita. Bagaimana sebenarnya cara makan yang baik menurut ajaran Islam, atau bagaimana Rasul makan? Pada kesempatan kali ini, kita akan menjelaskan hal tersebut secara lebih mendalam yang mungkin belum kita ketahui bersama.
Islam datang sebagai agama yang sempurna, yang tidak hanya mengatur tata cara beribadah kepada Allah (hubungan dengan Sang Pencipta), tetapi juga mengatur hubungan dengan sesama, makhluk hidup lain, lingkungan, maupun hubungan dengan diri sendiri. Salah satu aturan dalam Islam mengenai hubungan dengan diri sendiri adalah adab atau tata cara makan.
Islam tidak hanya melihat persoalan makan sebagai sesuatu yang hanya berkaitan dengan kehidupan dunia, tetapi juga memiliki hubungan dengan ibadah. Semuanya tergantung pada niat seseorang terhadap tindakannya. Rasulullah SAW adalah contoh teladan bagi umatnya dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal kesehatan, ajaran-ajaran beliau telah terbukti melalui penelitian-penelitian modern tentang manfaat besar yang diberikannya. Salah satu ajaran beliau adalah adab-adab makan yang membawa kesehatan dan keberkahan sepanjang masa. Untuk tetap menjaga akhlak dengan meneladani Rasul dalam urusan makan dan minum sambil mendapatkan pahala, berikut ini adalah tata cara dan budaya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
Membersihkan tangan sebelum dan setelah makan.
Rasulullah SAW pernah bersabda : "Orang yang tidur sambil masih memiliki sisa lemak di kedua tangannya (karena tidak dicuci), dan kemudian saat bangun pagi ia sakit, maka janganlah dia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri."
Tidak mengkritik makanan yang tidak disukai.
Abu Hurairah ra. mengatakan : "Rasulullah SAW tidak pernah mengkritik makanan. Jika beliau menyukainya, beliau akan memakannya. Namun jika tidak, beliau akan meninggalkannya." (HR. Bukhari Muslim)
Jabir ra. juga menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada keluarganya tentang menu makanan. Mereka hanya memiliki cuka sebagai lauk. Beliau menerima dan memakannya, sambil berkata : "Lauk terbaik adalah cuka (al-khall), lauk terbaik adalah yang mengandung cuka." (HR. Muslim)
Dalam penelitian Dr. Masaru Emoto dari Jepang dalam bukunya "The True Power of Water", ditemukan bahwa air memiliki kehidupan. Air akan merespon stimulus dari manusia baik lewat kata-kata maupun tulisan. Dengan mengucapkan kata-kata positif atau menuliskan kalimat-kalimat baik, air akan membentuk struktur kristal yang indah dan memiliki manfaat penyembuhan bagi berbagai penyakit. Namun, jika kata-kata atau tulisan yang diucapkan negatif, maka air akan membentuk struktur kristal yang buruk dan dapat berdampak negatif pada kesehatan.
Tujuan kita makan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan mengonsumsi makanan, kita dapat memenuhi kebutuhan biologis tubuh sehingga energi yang diperlukan untuk beribadah bisa terpenuhi. Dengan niat ibadah saat makan, kita dapat mengendalikan nafsu dan belajar bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah kepada kita (qana'ah). Seperti yang disampaikan dalam hadist Nabi saw: "Setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya" (HR. Bukhari).
Membaca Basmalah dan Hamdalah sebelum makan merupakan tindakan yang sangat penting dalam Islam. Hal ini menandakan penghormatan kita kepada Allah dan menjauhkan diri dari pengaruh setan. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, ketika seseorang masuk dalam rumahnya atau hendak makan tanpa menyebut nama Allah, setan akan ikut serta dalam makanannya. Namun, dengan membaca Basmalah dan Hamdalah, setan akan menjauh dan tidak mendapat bagian dalam makanan tersebut.
Rasulullah juga mengajarkan agar jika seseorang lupa membaca Basmalah di awal makan, ia bisa mengucapkannya ketika teringat dengan mengatakan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu". Hal ini menunjukkan pentingnya menyebut nama Allah sebelum melakukan segala hal, termasuk saat makan dan minum.
Sebuah riwayat juga menjelaskan bahwa ketika seorang Muslim tidak membaca Basmalah sebelum makan, syaitan akan ikut serta dalam makanannya. Namun, jika ia kemudian mengingat dan menyebut nama Allah, syaitan akan langsung menjauh dan memuntahkan makanan yang sudah dimakannya.
Dalam Islam, mengucapkan Hamdalah setelah makan juga sangat penting. Rasulullah mengajarkan bahwa Allah meridhai hamba-Nya yang bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah setelah makan dan minum. Hal ini menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah atas rezeki yang diberikan-Nya kepada kita.
"Makanlah dengan tangan kanan" adalah ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda, "Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu." Dalam riwayat lain, Rasulullah saw juga melarang untuk makan dengan tangan kiri, karena syaitan juga makan dengan tangan kiri. Imam Ibnul Jauzi juga menambahkan bahwa tangan kiri seharusnya digunakan untuk hal-hal yang tidak bersih, sementara tangan kanan sebaiknya digunakan untuk makan. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu mengikuti anjuran Rasulullah saw untuk makan dan minum dengan tangan kanan, agar terhindar dari tindakan yang tidak disukai oleh Allah.
Menyantap makanan yang terdekat terlebih dahulu merupakan ajaran yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Umar bin Abi Salamah ra. Ketika Umar masih belia, ia seringkali mengacak-acak piring-piring di hadapan Rasulullah SAW. Rasulullah kemudian menasihatinya, "Bacalah Bismillah sebelum makan, gunakan tangan kananmu, dan mulailah dengan makanan yang terdekat." (HR. Bukhari)
Selain itu, Rasulullah juga mengingatkan agar tidak bersikap rakus saat makan, jangan terburu-buru, dan hindari meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah minum dengan cepat seperti unta, tetapi minumlah dengan tenang dalam dua atau tiga tegukan. Ucapkanlah 'Bismillah' sebelum memulai minum dan 'Alhamdulillah' setelah selesai." (HR. Turmidzi)
Rasulullah juga melarang untuk bernafas dalam minuman. Hal ini mengingatkan umat Islam agar menjaga akhlak dan perilaku saat makan dan minum, serta tidak melakukan perbuatan yang berlebihan.
Makanlah saat lapar dan berhenti sebelum kenyang, seperti yang pernah disarankan oleh Rasulullah SAW. Mikdam bin Ma'dikarib ra. mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagian tubuh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi manusia hanya beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada pilihan lain, maka sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk bernafas." Mengambil makanan dan minuman secukupnya adalah penting, agar dapat habis tanpa sisa. Nabi Muhammad saw juga menekankan pentingnya membersihkan sisa makanan, karena tidak diketahui di mana berkah makanan itu berada. Makan sambil duduk dan tidak berdiri adalah tindakan yang dianjurkan, sebagaimana yang dilarang oleh Nabi dalam hadisnya. Dengan begitu, kita dapat menjaga kebersihan dan keberkahan dalam makanan kita.
Oke, teman, sudah dijelaskan mengenai Tata Cara Makan Menurut Islam, sekarang tinggal bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mari kita terapkan ajaran tersebut dalam kehidupan kita. Sampai jumpa pada kesempatan lain nanti, insya Allah.



No comments:
Post a Comment